Sragen: Produk Cina Lebih Digandrungi, Apa Boleh Buat

Pedagang di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, tak kuasa menahan diri dari godaan produk-produk China yang membanjir sejak berlakunya Area  Perdagangan Bebas ASEAN-China.

“Produk-produk dari China memberikan keuntungan yang lebih baik dibandingkan produk-produk lokal kita,” kata pedagang sandal dan sepatu di kawasan Stasiun Kereta Api Sragen, Mulyanto (56), Minggu (15/8/2010).

Dengan harga yang murah, menurut dia, produk-produk China seperti sepatu dan sandal yang ia jual juga menawarkan model yang lebih beragam.

“Keunggulan-keunggulan itulah yang membuat pembeli tertarik, terutama masyarakat kalangan ekonomi menengah ke bawah. Dengan harga jauh lebih murah, masyarakat menengah ke bawah juga tak kalah dalam bergaya,” kata dia.

Mulyanto bukannya tidak peduli terhadap kelangsungan produk-produk lokal Indonesia, tetapi dia berusaha untuk lebih realistis dalam memberikan penghidupan kepada keluarganya.

“Sebenarnya saya ingin peduli, tetapi saat ini produk-produk Indonesia, khususnya sepatu dan sandal, dengan kualitas sama bahkan lebih buruk, harganya malah lebih mahal dari produk China,” kata pedagang dari Kampung Sangkrah, Kota Solo, ini.

Dia mengatakan, selama dia menjual sepatu dan sandal produk China, keuntungan kotor yang didapatkan setiap hari antara Rp 600.000 bila sepi dan Rp 1,5 juta bila ramai pembeli.

“Pada dua tahun yang lalu saat saya masih banyak menjual sandal dan sepatu buatan Indonesia, keuntungan kotornya rata-rata hanya setengah dari yang saya dapatkan saat ini,” kata Mulyanto, yang membeli dagangan grosir di kawasan Tanah Abang, Jakarta, dan Pasar Anyar Bogor, Jawa Barat.

Senada dengan itu, seorang pedagang lain di Sragen, Abdul Hamid (30), mengatakan, produk-produk China yang banyak menjiplak produk-produk terkenal di dunia justru tetap digandrungi konsumen Indonesia, khususnya kalangan ekonomi menengah ke bawah.

“Saat ini masyarakat tidak peduli dengan merek, yang penting mereka bisa bergaya seperti halnya orang-orang dari kalangan lebih mapan. Itulah peluang yang ditangkap produsen China,” kata pedagang tersebut dari Kalianyar, Surabaya, ini.

“Kalangan industri Indonesia seharusnya dapat lebih kreatif dalam menghasilkan produk-produk mereka,” tambahnya.

Ia mengaku pula, “Pedagang kecil seperti saya tidak kuasa menahan godaan produk China yang lebih memberikan keuntungan pada masa-masa sulit saat ini di mana harga kebutuhan pokok melambung.”

Sumber: kompas.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s