Sandal-Sepatu UKM Tak Terdongkrak Momen Lebaran

Produksi alas kaki, khususnya sandal dan sepatu, di Jawa Timur semakin menurun. Momen Lebaran pun tak mampu mendongkrak produksi dan penjualan produk tersebut. Penurunan terparah dirasakan pengusaha alas kaki yang masuk dalam Usaha Kecil dan Menengah (UKM).

UKM-UKM yang banyak tersebar di Mojokerto dan Sidoarjo ini bahkan mengurangi produksinya hingga 50% lebih. Hal itu dikatakan Ketua Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo), Sutan Siregar, Jumat (13/8). Menurut Sutan, sejak pemberlakuan perjanjian perdagangan bebas ASEAN-China (ACFTA/ASEAN-China Trade Agreement), Januari 2010 lalu, produksi dan penjualan sepatu lokal terus menurun. “Bahkan, bisa dikatakan mereka (pelaku UKM) tidak bisa ikut menikmati manisnya Lebaran tahun ini,” kata Sutan.

Menurut Sutan, membanjirnya beraneka produk alas kaki dari China membuat produksi industri alas kali di Jatim lebih rendah dibandingkan stok yang mereka siapkan untuk Lebaran 2009 lalu. Sutan mengungkapkan jika pada lebaran tahun lalu omzet industri alas kaki Jatim secara umum bisa mencapai 180 juta pasang selama tiga bulan menjelang lebaran, saat ini omzet mereka hanya mencapai 140 juta pasang.

Perjanjian kerja sama Indonesia-China tersebut, kata Sutan, memang memberatkan UKM. “Sebelum perjanjian perdagangan bebas ditandatangani saja alas kaki China sudah banyak yang masuk. Apalagi setelah dibebaskan. Bahkan Kementerian Perdagangan sendiri sudah mengakui bahwa realisasi impor alas kaki Indonesia dari China naik sampai 50%,” katanya.

Sebenarnya, lanjut Sutan, kapasitas produksi alas kaki Jatim mencapai 25 juta hingga 30 juta pasang per bulan. Jatim merupakan daerah pemasok produk alas kaki terbesar dari kebutuhan alas kaki domestik sebesar 470 juta pasang per tahun. ”Kalau sebelumnya pasokan Jatim ke pasar domestik bisa mencapai 75 sampai 80 persen. Karena permintaan turun, akhirnya sekarang hanya bisa berproduksi sekitar 25 persen dari kapasitas,” terangnya.

Sekali lagi Sutan berharap pemerintah memperketat pengawasan terhadap peredaran produk alas kaki impor. Selain itu, Sutan juga berharap pemerintah akan terus memperketat masuknya impor alas kaki melalui 6 pelabuhan yang telah diputuskan dan mempermudah akses permodalan lunak bagi UKM alas kaki.

Sumber: surabayapost.co.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s