12 Pos Tarif Alas Kaki RI Diajukan ke Turki

Sedikitnya 12 pos tarif dari produk alas kaki Indonesia diajukan kepada otoritas Turki untuk mendapatkan pengecualian tindakan pengamanan (safeguards).

Ke-12 pos tarif itu termasuk dalam kategori Special Technology Atletic Footwear (STAF). Sementara itu, potential lost ekspor alas kaki Indonesia ke Turki dalam tiga tahun ke depan [2010-2012] akibat kompensasi impor duty yang harus dibayarkan diperkirakan mencapai US$16,8 juta atau sekitar US$5,5 juta per tahun.

Angka ini dihitung berdasarkan basis angka volume ekspor Indonesia pada 2008 sebesar 2,89 juta pasang dikalikan dengan average duty setiap tahunnya.

Direktur Pengamanan Perdagangan Ditjen Kerjasama Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan Ernawati mengatakan pihaknya telah menyampaikan usulan resmi kepada otoritas Turki pada 5 Juli.

Seperti diketahui, menyusul penolakan kompensasi yang diajukan oleh pemerintah Indonesia kepada Turki atas perpanjangan pengenaan tindakan pengamanan (safeguard) terhadap produk alas kaki Indonesia, otoritas Turki membuka peluang adanya permohonan pengecualian (exclusion) beberapa jenis sepatu dari pengenaan tindakan safeguard.

Pengecualian itu hanya terbatas pada tipe-tipe tertentu saja, khususnya jenis sepatu yang tidak diproduksi oleh industri dalam negeri di Turki dan sepatu-sepatu yang diproduksi dengan kemampuan teknologi khusus.

Adapun dasar penentuan beberapa jenis sepatu yang akan dikecualikan mengadopsi pada dokumen EU yang sebelumnya juga telah mengenakan anti dumping sepatu olahraga kepada beberapa negara produsen sepatu yakni China dan Vietnam.

Indonesia kemudian menggunakan dokumen EU sebagai dasar penentuan produk alas kaki yang dikecualikan.

“Jadi ada 12 pos tarif yang diusulkan untuk dikecualikan. Ke-12 pos tarif itu dari kategori STAF. Sementara potential lost itu [US$5,5 juta per tahun] merupakan perhitungan kasar apabila dihitung selama masa pengenaan tindakan pengamanan ,” katanya, hari ini.

Ernawati mengharapkan usulan pengecualian itu dapat dikabulkan Turki, sehingga ekspor alas kaki Indonesia ke negara itu tidak terlalu terpuruk.

Kendati demikian, Erna sedikit meragukan usulan tersebut dapat diterima. Pasalnya, terdapat kasus serupa yang menimpa produk Turki, yakni tepung terigu Turki yang dituduh dumping oleh Indonesia.

“Saya pikir ini menjadi pertimbangan bagi mereka juga. Kita mengenakan anti dumping ke Turki dan sebaliknya alas kaki dikenakan tindakan pengamanan dari negara itu. Saya pikir ada pengaruhnya,” jelasnya.

Sumber: bisnis.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s