Menjelang Lebaran Impor Produk China Meningkat

Impor tekstil dan produk tekstil (TPT) serta alas kaki (sepatu dan sandal) asal China mulai meningkat menjelang Ramadhan dan Lebaran.

“Informasi yang saya dapat, menjelang Lebaran memang sudah banyak saingan (penjualan sepatu) dari China. Ya, ini mengganggu juga buat kita,” kata Ketua Umum Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Eddy Widjanarko di Jakarta, Kamis (29/7).

Dia menyebutkan, peningkatan impor  produk China di pasaran diperkirakan mencapai 55 persen dibanding peningkatan impor menjelang puasa dan Lebaran pada 2009 lalu. Peningkatan impor yang cukup melonjak ini tidak lain karena pelaksanaan kesepakatan kawasan perdagangan bebas China dan ASEAN (China dan ASEAN free trade area (CAFTA)) sejak awal 2010.

“Sejak CAFTA berjalan, saya pikir kebijakan pengetatan impor lima produk di lima pelabuhan di Indonesia, yang awalnya dibuat untuk menekan produk ilegal, kurang maksimal. Tapi kalau ditanya apa solusinya agar produk kita tidak kalah di pasar dalam negeri, saya belum punya jawabannya. Saya rasa pemerintah lebih tahu bagaimana mencari solusinya,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ade Sudrajat mengatakan, impor produk China menjelang Lebaran memang meningkat, terutama untuk pakaian.

Peningkatan impor pakaian jadi dari China yang mencapai 20 persen ini akan dipengaruhi penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS saat ini. Namun, peningkatan impor sebesar 20 persen ini belum setinggi dibanding tahun lalu.

“Tapi, peningkatan impor pakaian itu memang hanya yang umum-umum saja, seperti celana jeans yang memang dipakai banyak orang. Tapi kalau produk dengan desain seperti Indonesia, seperti logo kebangsaan atau bordir dari Padang, pasti tidak terganggu,” ujar dia.

Dalam Negeri

Terkait terus melonjaknya impor produk dari China, Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Perdagangan, Distribusi, dan Logistik Benny Soetrisno mengatakan, pemerintah harus serius mengampanyekan produk dalam negeri.

Salah satunya melalui sosialisasi produk yang memiliki tingkat komponen dalam negeri (TKDN) maksimal. “Kita perlu intensitas sosialisasi tentang kampanye produk dalam negeri. Ini karena belum banyak masyarakat paham,” katanya.

Aspek TKDN ini merupakan esensi dari kampanye produk dalam negeri. Masyarakat secara luas harus mengetahui bagaimana rumus untuk menghitung TKDN sekaligus nilai tambahnya. “Di dalam TKDN ada nilai-nilai bangsa. Di sana (TKDN) nilai dari bangsa ini berada,” tuturnya.

Sumber : suarakarya-online.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s