Omzet Sandal Dhiifs Capai 300 juta per Bulan

Makin banyak saja inovasi terhadap sandal jepit. Jika dulu sandal jepit dikenal dengan bentuknya yang sederhana, tapi kini sandal jepit tampil lebih cantik dan variatif. Ada yang berbentuk kartun karakter seperti spiderman, batman, serta ada juga bentuk buah dan binatang. Tampilannya juga terlihat unik dengan paduan warna yang memikat.

Usut punya usut, ternyata sandal jepit nan cantik itu adalah milik Purnomo Probo Nugroho. Pria yang sudah 2 tahun menekuni usaha sandal jepit karakter itu mengaku mendapat banyak berkah dari bisnis tersebut. Selain bentuknya yang unik, selama ini juga belum banyak pelaku usaha yang membuat sandal jepit karakter.

Semula, Purnomo hanya seorang distributor peralatan masak. “Sebagai distributor ternyata ketergantungan kita pada pabrik sangat besar. Lalu muncul ide untuk membuat usaha sendiri sekaligus produksi sendiri. Dari beberapa pertimbangan akhirnya muncul ide untuk membuat sandal jepit. Tapi sandalnya beda dengan yang lain,” ungkap Purnomo kepada reporter JJFM, Rabu (9/12).

Purnomo sendiri pernah melihat ada perajin yang membuat sandal karakter tokoh kartun. Tapi setelah diamati ternyata desainnya terkesan menjiplak dan bahannya dari sablon, cepat pudar, panas, dan tidak nyaman. Padahal sebagian besar pengguna sandal tersebut adalah anak-anak.

“Saya berusaha menjaga kualitas. Jadi, bahan yang saya pakai adalah yang nyaman dan tahan lama. Bagian atasnya pakai spong EVA dan bisa dipakai untuk dalam dan luar ruangan,” kata pemilik Dhiif’s Sandal itu. Kelebihan lain terletak pada desain. Desain yang dipakai adalah buah dan binatang, seperti semangka, jamur, strawberry, panda, kumbang, katak, dan ikan paus.

Meski baru 2 tahun menekuni bisnis alas kaki tersebut, Purnomo mengaku sudah menguasai semua pasar di Indonesia. “Waktu itu saya apsang iklan baris di media. Siapa tahu ada yang mau menjadi distributor atau agen. Ternyata responnya sangat bagus, sampai akhirnya menyebar di seluruh Indonesia,” ungkap warga Sidoarjo ini.

Dalam sehari dia bisa memproduksi 3.000 pasang sandal dan omzetnya kini mencapai Rp 200-300 juta per bulan. Bahkan tahun ini dia sudah mendaftarkan mereknya ke Departemen HAKI. Tahun depan, Purnomo bersiap memperkenalkan produknya pada pasar retail. Segmennya bukan lagi menengah ke bawah, tapi juga menengah atas. Selama ini harga jual yang dipatok juga sangat terjangkau, yaitu Rp 23.500 per pasang untuk pembelian eceran. “Kalau beli dalam jumlah banyak, harganya bisa turun lagi,” pungkasnya.

sumber, jjfmradio.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s