Petik Hikmah dari Sandal Jepit

Sandal jepit memang sangat memasyarakat sekali, coba…siapa yang ga kenal sandal jepit? ( tunjuk jari :smile:). Saking dekatnya sandal dengan diri kita, hampir ga pernah memikirkan hikmah yang dapat diambil dari sebuah sandal jepit ini. Mari kita tengok ‘ sejarah sandal‘ , dengan dongeng berikut. “ Pada zaman dulu di negeri antah barantah hiduplah seorang raja yang sangat kaya raya, suatu saat Maharaja ini hendak berjalan – jalan mengelilingi negerinya. Ingin mengetahui keadaan rakyatnya. Sang Maharaja memutuskan untuk jalan kaki saja. Baru beberapa meter keluar dari singgasana, kakinya terluka terantuk batu. Dan melangkah beberapa kali lagi kakinya kembali menginjak kotoran himar serta kuda. Dalam benaknya sang Maharaja berpikir, “ternyata jalan di negerinya sangat jelek, berbatu dan penuh dengan kotoran himar serta kuda, ia sangat jijik”. Sekembalinya dari jalan -jalan sang Maharaja lantas memanggil perdana menteri dan memrintahkan untuk segera memperbaiki jalan dengan menutupi sepanjang jalan di seluruh negerinya menggunakan permadani yang terbuat dari kulit sapi. Terlihatlah suasana istana sibuk, seluruh menteri segera mempersiapkan sapi –sapi pilihan dari seluruh negeri.

Di tengah kesibukan itu, datanglah seorang sufi yang terkenal arif bijaksana di negerinya. Sufi itu mengahadap sang Maharaja dan berkata, “wahai paduka mengapa paduka hendak membuat sekian banyak kulit sapi untuk melapisi jalan-jalan di negeri ini, padahal sesungguhnya yang paduka perlukan hanyalah dua potong kulit sapi untuk melapisi telapak kaki paduka saja, itu bisa menghemat sedangkan sisa biaya bisa untuk kemakmuran rakyat”. Konon sejak itulah dunia menemukan kulit pelapis telapak kaki yang kita sebut ‘Sandal’.

Hikmah dari sejarah sandal ini adalah untuk merubah kehidupan, keluarga, pekerjaan dan apapun menjadi lebih baik, lebih nyaman dan damai cukup dengan mengubah cara pandang kita/mindset terhadap kehidupan, keluarga, pekerjaan dan apapun yang ingin kita rubah, ndak perlu merubah dunia seluruhnya. Sebab dunia, keberhasilan dan materi di luar diri sejatinya adalah bentuk dari bayang –bayang kita sendiri, ada pada pikiran kita sendiri. Kadang kita terlalu ego, berpikir bahwa dunia, bisnis, pekerjaan , keluarga dan keberhasilan itu milik sendiri, bahwa kita adalah pemainnya sendiri. Merasa tak ada orang lain yang terlibat di sana. Memang, mungkin jalan yang kita tempuh dalam hidup, pekerjaan, bisnis, keluarga dan untuk meraih kesuksesan masih terjal berbatu dihinggapi berbagai kotoran. Namun dari sinilah kita diberi kebebasan mutlak untuk memilih melapisi seluruh jalan yang kita tempuh dengan lapisan permadani indah, agar kita tidak terluka, atau cukup hanya melapisi hati kita dengan kulit pelapis agar bisa bertahan menempuh perjalanan yang terjal berbatu dalam hidup, pekerjaan, bisnis, keluarga dan untuk meraih kesuksesan. It’s up to you friend..! semoga selalu ditunjukan jalan yang lurus.🙂

Hikmah lain dari sandal, sandal adalah simbol kawula alit, wong cilik, simbol kerendahan sebab seberapa mahalnya harga sebuah sandal tetap yo, dipakai di bawah/ di kaki. Hal ini mengajarkan kepada kita bahwa seberapapun banyak harta, materi dan kekuasaan serta kesuksesan yang kita punya harusnya menjadikan diri semakin merunduk/ merendah.

Orang suka memakai sandal jepit dikarenkan harganya itu murah meriah dan mudah didapat tidak ekslusif, ini menjadi pelajaran kita bahwa untuk menjadi pribadi yang menarik, disukai orang dan bermanfaat untuk orang lain, kita harus merangkul semua kalangan, sangat murah hati kepada siapapun dan tidak pernah merasa diri paling/eksklusif sehingga orang –orang nyaman berada di dekat kita.

Sandal jepit bisa multi fungsi, pasalnya selain enak dipakai, nyaman, sandal bisa berubah fungsi jadi sangat mahal dikarenakan media atau kegunaannya. Setiap musim hujan pasti kita lebih suka pake sandal jepit dari pada sepatukan?.🙂 Hikmah yang dapat diambil bahwa kita harus dapat bermanfaat untuk orang lain, jika ingin sukses menjadilah orang yang generally, bukan spesialis. Bisa tahu dan menguasai banyak hal walaupun sedikit. Bersambung dulu yo ? tunggu postingan berikutnya.🙂

Berbagai sumber.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s